 |
| en.wikipedia.org |
Surabaya, 31 Desember 2016
My
name, is Avenger…
Northrop
Grumman TBF Avenger
ORANG-orang
kantor menyebutku sebagai anak paling alay di dunia. Hanya gara-gara alamat email-ku, taufiqtheavenger@gmail.com. Diriku
yang dulu berpikir nama ini keren. Setelah lama-lama dirasa, ternyata
kedengaran sangat memalukan.
Peduli
amat, aku tak mau menghapusnya. Gara-gara
email ini aku diterima di Jawa Pos. Seribu enam ratus kertas lamaran melalui
surel masuk ke meja rekrutmen redaksi Jawa Pos setahun lalu. Bagaimana cara
menyortir email sebanyak itu? gampang, lihat saja mukanya ganteng atau cantik,
kalau fotonya saja sudah tidak meyakinkan, buang saja! next!
Nama
email aneh bin alay ini kemungkinan besar telah berjasa menarik perhatian mata
sang perekrut yang entah pusing, entah stress, entah ngantuk entah masa bodoh
dengan kualitas rekrutan. Di dunia industri yang keras ini, segala yang
bersifat rata-rata tidak akan pernah menang. Nilai rata-rata, skill rata-rata,
apalagi muka rata-rata.
Skill
dan nilai IPK ternyata tidak banyak membantu dirimu diterima oleh sebuah
perusahaan, but email alay did. Saat interview, Kandidat lain akan ditanya
tentang dunia jurnalistik, motivasi, skill menulis berita dan sebagainya. Pertanyaan
pertama untukku adalah “Nama emailmu apa?” Aku cuma melongo, dan keenam
redaktur penguji tertawa puas.
But
avenger is truly my name.
Dari mana nama ini muncul, aku
ingat-ingat lupa. Dulu ada sebuah buku teronggok diantara tumpukan baju kotor
di pondok. Sudah koyak tidak bersampul, tapi judulnya masih bisa terbaca. “Misteri
Segitiga Bermuda”
Di
satu halaman tertulis, lima pesawat pengebom torpedo TBM Avenger dengan kode
penerbangan Flight 19 lepas landas dari lapangan udara angkatan laut AS di Fort
Lauderdale, Florida, 5 Desember 1945. Kelima pesawat sedang latihan rutin. Lalu
tiba-tiba hilang diatas segitiga bermuda, sampai saat ini penyebabnya tidak
diketahui. Katanya mereka dimakan setan
atau sejenisnya.
Setelah
itu, bukunya tidak kubaca lagi. isinya soal mistis, pusaran air misterius,
medan magnet, gulfstream, hidrasi
metanis atau apalah-apalah aku tidak paham. Anak pondok pesantren kok disuruh
baca analisis geofisika.
Tapi
itu perkenalan pertamaku dengan TBF Avenger, The plane that designed solely to avenge Pearl Harbour. Pesawat ini
keren. Kata para pilotnya, ia terbang seperti truk. Saking stabil dan rigidnya.
Tak peduli setebal apapun pelindung sebuah kapal perang angkatan laut jepang,
mereka pasti ketakutan jika melihat Avenger di angkasa.
TBM
(F untuk produksi Northrop sendiri, M untuk yang diproduksi bersama General
Motor) akan menukik ke arah air begitu melihat konvoi kapal perang musuh. Dalam
jarak tertentu, ia akan terbang hanya beberapa meter diatas permukaan air. Pada
jarak 200 meter dari target, sebuah torpedo besar dilepas dari perutnya,
nyemplung ke air dan melesat menuju lambung kapal musuh. TBM segera mendaki
lagi ke ketinggian.
Para
kru diatas geladak kapal musuh akan melihat sebuah ikan besar di bawah
permukaan air melesat cepat ke arah lambung kapal sebelum kemudian. BLARR! Lambung
bocor, kapal mulai miring, dan good luck
with the survival!
Lalu
dimasa SMA, aku bertemu dengan Avenged Sevenfold. Band cadas asal California
AS. Namanya konon didasarkan pada konsep biblikal tentang tujuh dosa (seven deadly sins) Para fans band ini
menamakan diri the fallen, kadang sevenfoldism. Lalu aku berpikir, kenapa
tidak Avenger saja?
Mulai
saat itu kuputuskan, Avenger adalah aku. Ini nama baru julukanku. Tak ada
satupun ahli bahasa inggris di seluruh Pondok Pesantren Nurul Jadid, bahkan tidak anak LPBI atau
dosen-dosen bahasa inggris akan sempat terpikir tentang kata ini. tidak mungkin ada dalam kamus mereka. It was just great!
Sampai
pada tahun 2012, ada film Marvel The Avengers, dan kata bagus ini tiba-tiba
jadi pasaran. Sial.
Komentar
Posting Komentar