
Marina Bay Cruise Centre, 3 April 2017
Bayangkan sebuah hotel 18 lantai, tambahkan dua bioskop besar, tambah 18 restoran, tambah waterpark dan satu mall, lalu letakkan di atas baskom terapung di lautan, dan bam! 168 ribu Gross Ton MS. Ovation of the Seas.
MENJENGKELKAN sekali berdiri dalam baris antrian panjang pemeriksaan imigrasi pelabuhan Marina Bay, sambil menyeret koper dan menenteng tas. Sementara tangan kiri memegang tab besar sambil mengetik lapsus Surabaya Bahagia.
Tapi di ujung antrian, terang menyeruak. Dan tampaklah ia, the pinacle of marine engineering. Tinggi menjulang, melebihi atap pelabuhan. Gemuk, gagah, dan seksi. Kakiku gemetar.
Oh God, I could just lie there and sleep forever
Si Ovi yang cantik. 14 dek diatas lambung. Kulitnya putih bersih. Dihiasi sekoci-sekoci kuning. Lambungnya langsing warna biru laut. Dek atasnya dihiasi lampu warna-warni. Panjangnya 3 kali lapangan sepak bola. Tingginya seperti gedung 18 lantai. Titanic? Bitch please...
Yang pertama ingin kulakukan adalah segera pergi ke bak anjungan, mengecek apakah ada seorang lelaki sinting yang berdiri di ujung moncong kapal sambil berteriak tolol "I am king of the world" atau sukur-sukur ada bersama pacarnya sedang ciuman di atas geladak. Akan kulempar mereka dengan sandal eiger biar sadar kalau perbuatan maksiat bisa mengundang gunung es.
"King endasmu! Mati saja sana!"
Syukurlah, bak depan terlarang bagi peumpang.
Ribuan penumpang mengalir masuk ke dalam dek Kapal ini. Beberapa masih tersandung-sandung melewati Garbarata. Gagal fokus melihat kemolekan tubuh si Ovi. Beberapa tak sabar mengeluarkan hempon lalu jepret sana-sini. Kapal dikit cekrek, kapal gede cekrek, guede banget... cekrek, cekrek aplod. Antrian macet like this, hempon jatuh like this, ditempeleng petugas imigrasi like this.
Hari mulai gelap. Lampu-lampu Ovation mulai berkelap-kelip diatas geladak. Menambah kemolekannya. Belum lagi bayangan langit berbintang di tengah laut nantinya. Bagi beberapa orang, ini adalah momen spesial, sebagian besar adalah pengalaman sekali seumur hidup.
Oh tuhan, aku merasa seperti dokter Leonard "Bones" Mc Coy. Kepala kru medis Starship Entreprises yang ditugaskan ke planet kecil di sistem Laurentian. Bersama putri cantik admiral Aleksander Marcus, Carol Marcus. Berdua di sebuah resor terpencil dengan perempuan cantik amat sempurna jika saja tidak ada Topedo berdaya ledak tinggi diantara mereka.
Perhaps, kisah paling romantis se-Dunia datang dari dek Kapal Pesiar. Dengan ukiran aula-aula emas, musik, kerlap-kelip lampu, lilin dan bintang. Ovation membawa serta taman-taman bunga, dan balkon-balkon berpemandangan laut. Dan aku berdiri di tengah-tengah kesempurnaan ini, sambil berseloroh berat.
"Terakhir kali aku bermimpi terjebak di sebuah kapal pesiar mewah, dengan pendar cahaya bintang yang romantis, adalah dalam keadaan tidak jomblo,"
Komentar
Posting Komentar